Hukum
Kematiannya Dinilai Janggal: Keluarga Almarhum Letda Jihad di Papua Minta Investigasi Terbuka dan Dorong Kasus Hingga Diatensi Presiden

CE|Sorong,PBD– Keluarga Suku Moi Maya Misol menggelar aksi demo damai di Taman Sorong City depan Bandara DEO Sorong, Kamis (29/10/2026), menuntut keadilan atas tewasnya putra terbaik mereka, Letda Inf Jihad Ahmad Al Rasid, yang diduga ditembak rekan sejawatnya di Solo, Jawa Tengah.
Dalam aksi tersebut, keluarga membacakan lima poin tuntutan resmi. Mereka mendesak pembentukan Tim Investigasi Independen, penyelidikan transparan, hukuman seberat-beratnya bagi pelaku, pertanggungjawaban kesatuan atas pelanggaran adat, serta pengawalan kasus oleh MRP PBD, DPR PBD, DPRK Raja Ampat, dan seluruh lembaga kultur di Tanah Papua.
Salah satu perwakilan keluarga, Muhammad Damin Lei Tafalas, menegaskan keluarga hingga kini belum menerima kronologi resmi kematian Jihad dari institusi TNI.
“Kami keluarga besar Suku Moi Maya menuntut keadilan. Kami minta kasus kematian anak kami diusut tuntas secara terang benderang. Jangan ditutup-tutupi,” tegas Damin dalam orasinya.
“Kami hanya diberitahu Jihad meninggal dunia. Tidak ada penjelasan bagaimana kejadiannya, di mana tepatnya, dan apa penyebabnya. Sebagai keluarga, kami berhak tahu kebenarannya,” lanjutnya.
Damin juga meminta DPR Papua Barat Daya dan MRP PBD mengawal kasus ini hingga sampai ke Presiden RI Prabowo Subianto.
“Kami minta kasus ini sampai kepada Presiden Prabowo Subianto. Ini putra terbaik Moi Maya, kebanggaan kami,” ujarnya.
Letda Inf Jihad Ahmad Al Rasid diketahui merupakan putra terbaik asal Suku Moi Maya Misool, Kabupaten Raja Ampat. Ia dikenal berprestasi dan lolos menjadi perwira di kesatuan Kopassus TNI AD. Kabar kematiannya mengejutkan keluarga, sebab almarhum dikenal sehat dan tanpa riwayat penyakit. Informasi awal yang diterima keluarga menyebut adanya dugaan penembakan oleh rekan.
Aksi yang dimulai sejak pagi itu berjalan aman dan tertib dengan pengawalan personel Polresta Sorong Kota. Massa membawa spanduk dan melakukan orasi bergantian. Arus lalu lintas di depan Bandara DEO yang sempat tersendat kini kembali normal. (DW)