Berita
Hormati Aspirasi Masyarakat Adat, Pertamina EP Papua Field Kedepankan Dialog

CE|Kota Sorong, PBD – PT Pertamina EP Papua Field menyikapi adanya aksi pemalangan di area kantor Papua Field yang dilakukan oleh Kepala Suku Besar Moi Sorong Raya pada Selasa (29/9/2026).
PT Pertamina EP Papua Field menghormati hak masyarakat adat dalam menyampaikan aspirasi serta memahami bahwa hubungan dengan masyarakat adat merupakan bagian penting dalam keberlangsungan kegiatan perusahaan di wilayah operasinya.
Field Manager Papua Field, Ardi, menyampaikan bahwa Pertamina EP senantiasa mengedepankan komunikasi dan dialog dalam membangun hubungan yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat adat.
“Kami menghormati masyarakat adat Moi beserta seluruh aspirasi yang disampaikan. Bagi kami, komunikasi dan dialog merupakan langkah penting untuk membangun pemahaman bersama dan mencari solusi atas setiap persoalan yang berkembang,” ujar Ardi.
Ia menambahkan, Pertamina EP Papua Field terbuka untuk melakukan komunikasi dengan perwakilan masyarakat adat melalui mekanisme yang baik dan konstruktif, dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku serta kepentingan seluruh pihak.
“Kami berharap persoalan ini dapat diselesaikan melalui ruang dialog yang terbuka, dengan mengedepankan saling menghormati dan mencari titik temu. Kami juga terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait agar aspirasi yang disampaikan dapat ditindaklanjuti secara tepat,” lanjutnya.
Sebagai bagian dari upaya membangun hubungan yang berkelanjutan, Pertamina EP Papua Field berkomitmen untuk terus memperkuat komunikasi dengan masyarakat dan pemangku kepentingan, termasuk dalam memahami berbagai aspirasi yang berkaitan dengan keberadaan dan kegiatan perusahaan di wilayah yang memiliki nilai sosial, budaya, dan adat bagi masyarakat.
“Kami percaya bahwa penyelesaian yang baik dapat dicapai melalui komunikasi yang terbuka, saling menghargai, dan mengedepankan kepentingan bersama. Pertamina EP Papua Field siap membuka ruang komunikasi untuk membahas aspirasi masyarakat adat,” tutup Ardi. (**/DW)