Berita
Kabut Asap Makin Parah, Bupati Raja Ampat Bagikan Ribuan Masker ke Sekolah

CENDRAWASIHEKPRES.COM, RAJA AMPAT — Pemerintah Kabupaten Raja Ampat bergerak cepat menghadapi memburuknya kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Ribuan masker dibagikan kepada peserta didik dan tenaga pendidik di sejumlah sekolah di Kota Waisai, Kamis (8/10/2026).
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, dari paparan asap dan partikulat udara yang berpotensi mengganggu kesehatan.
Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam, S.IP., MM., M.Ec.Dev., turun langsung membagikan masker di sejumlah satuan pendidikan, di antaranya SMP Al Ikhlas, SMP Negeri 21 Perumahan 200, SD Negeri 25 Perumahan 200, serta SMK Bukit Zaitun Alfa Omega Waisai.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi Staf Ahli Bupati, jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Raja Ampat, Satgas Terpadu Pengendalian dan Pencegahan Karhutla Raja Ampat, serta jajaran Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Raja Ampat.
Tidak hanya membagikan masker, Orideko juga mengunjungi SMAN 14 Perumahan 200 dan SD YPK Alfa Omega Waisai. Dalam kunjungan itu, Bupati menyampaikan pesan pendidikan sekaligus mengajak para siswa meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan dan lingkungan.
Di SD YPK Alfa Omega Waisai, Orideko bahkan membeli sejumlah buku latihan soal bagi siswa sebagai bentuk dukungan terhadap proses belajar dan peningkatan kualitas pendidikan.
Bupati: Kualitas Udara Mulai Tercemar
Saat ditemui media di kompleks SMP Negeri 21 Raja Ampat, Orideko menjelaskan bahwa pembagian masker dilakukan sebagai respons pemerintah terhadap kondisi udara yang mulai terdampak asap Karhutla.
“Pembagian masker ini dilakukan mengingat udara kita sudah tercemar karena kebakaran hutan dan lahan. Jadi perlu pembagian masker untuk menjaga kesehatan dan menghindari berbagai jenis penyakit,” kata Orideko.
Menurutnya, perlindungan terhadap kesehatan masyarakat harus menjadi perhatian bersama selama kondisi kabut asap masih terjadi.
Karena itu, ia meminta masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, tidak melakukan aktivitas pembakaran secara sembarangan.
“Kami mengimbau kepada semua masyarakat berhati-hati dengan membakar sampah atau membakar apa saja. Kami berharap sebelum hujan turun, jangan ada lagi kegiatan bakar-bakar seperti itu,” ujarnya.
Kabut Asap Mengkhawatirkan
Orideko mengakui kondisi kabut asap di sejumlah wilayah Raja Ampat semakin mengkhawatirkan. Pemerintah daerah pun meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika melakukan aktivitas di luar rumah.
“Kalau kita lihat kondisi saat ini, kualitas udara maupun kabut asap kita semakin parah. Karena itu, kita harus menjaga lingkungan. Pencemaran lingkungan ini sudah tidak baik,” katanya.
Ia mengajak seluruh masyarakat ikut menjaga kesehatan dengan menggunakan masker ketika berada di luar rumah, terutama saat kualitas udara sedang memburuk.
“Ayo kita, di luar rumah maupun di mana saja, pakai masker untuk menjaga diri karena lingkungan kita sudah tercemar dan udara kurang baik,” imbaunya.
Surat Edaran Diteruskan ke Distrik
Sebagai bagian dari langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat juga telah mengeluarkan surat edaran terkait kewaspadaan terhadap kondisi tersebut.
Menurut Orideko, surat edaran telah disampaikan kepada para kepala distrik untuk segera diteruskan dan disosialisasikan kepada masyarakat di wilayah masing-masing.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pencegahan dan meningkatkan kesadaran masyarakat di tengah kondisi Karhutla yang berdampak terhadap kualitas udara.
Perlindungan Pelajar Jadi Prioritas
Sementara itu, kegiatan pembagian masker dilaksanakan berdasarkan surat BPBD Kabupaten Raja Ampat Nomor 300.2/512/BPBD-RA/2026 tentang Permohonan Pelaksanaan Pembagian Masker di Lingkungan Pendidikan Kabupaten Raja Ampat.
Pembagian masker di sekolah menjadi salah satu bentuk respons pemerintah daerah untuk memberikan perlindungan langsung kepada peserta didik dan tenaga pendidik yang tetap menjalankan aktivitas pendidikan di tengah kondisi udara yang kurang baik.
Pemerintah daerah juga mendorong warga sekolah agar memahami pentingnya perlindungan diri dari paparan asap dan partikulat udara.
Melalui langkah tersebut, Pemkab Raja Ampat tidak hanya mengedepankan penanganan Karhutla, tetapi juga memastikan dampak terhadap kesehatan masyarakat, terutama generasi muda, mendapat perhatian.
Di tengah kondisi kabut asap yang masih menjadi perhatian, pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan aparat dalam penanganan Karhutla, tetapi ikut mencegah munculnya titik api dengan tidak melakukan pembakaran sembarangan.
“Jaga kesehatan, jaga lingkungan, dan jangan melakukan pembakaran yang dapat memperparah kondisi udara,” menjadi pesan penting pemerintah kepada masyarakat Raja Ampat.