Hukum
Kendarai Mobil Dinas R4 Maung Oknum TNI AL Tabrak Warga di Sorong , Korban Meninggal Dunia

CE|Kota Sorong,PBD-Mengendarai mobil R4 Maung milik Koarmada III, oknum anggota TNI Angkatan Laut inisial WDP menabrak NM, yang diketahui merupakan warga SP III Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.
Kecelakaan lalu lintas tersebut terjadi di Jalan Poros Majaran, tepatnya di depan SMP Negeri 33, Katapop Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Senin siang (28/9/2026), sekitar pukul 13.00 WIT. Akibat laka lantas tersebut NM meninggal dunia.
Suami korban Abdul Wahid Matdoan menuturkan, peristiwa nahas itu diketahuinya dari Polsek Katapop 2, sekitar pukul 13.30 WIT. Sebelumnya, korban minta izin mengambil HP di salah satu konter sekaligus membuat buku tabungan di Mariyai SP II.
” Setelah mendapat info dari Polsek Katapop saya langsung ke puskesmas Mayamuk, dan melihat istri saya sudah meninggal dunia,” ujarnya.
Abdul mengaku bahwa yang menabrak istrinya oknum anggota TNI Angkatan Laut, yang mengendarai mobil dinas.
Ia juga mengaku bahwa kedatangan dirinya bersama keluarga ke kantor POM Angkatan Laut, sekitar pukul 23.00 WIT untuk melaporkan kejadian yang dialami istrinya.
Abdul meminta Koarmada III agar oknun TNI AL yang menabrak istrinya diproses secara hukum.
Ia pun mengungkapkan, dari hasil pertemuan dengan keluarga, pihak pomal berjanji akan mempertemukan pelaku dengan keluarga usai pemakaman korban.
” Kalau saya sendiri belum bisa apa-apa masih harus menunggu saya punya orang tua,” kata Abdul.
Sementara perwakilan keluarga korban, Sahril Wainsaf meminta kepada pihak pomal untuk segera menangkap pelaku.
” Jika hal itu tidak dilakukan maka kami akan melakukan aksi di depan Koarmada III,” tegasnya.
Ia mengingatkan pihak TNI Angkatan Laut, kejadian laka lantas atau menabrak orang ini bukan sekali melainkan berulang.
Sahril pun meminta kepada pimpinan TNI AL untuk menegur bawahannya agar mematuhi peraturan lalu lintas karena mereka yang harus memberi contoh kepada masyarakat dalam berkendara.
” Bukan kemudian balap sana balap sini, yang jadi korban bukan hanya ponakan saya, ada banyak korban lainnya,” ujarnya.
Ia sangat menyayangkan bahwa beberapa kali kejadian laka lantas, pelakunya selalu mengendarai kendaraan dinas.
Sahril menegaskan, pelaku yang menabrak korban sudah harus secepatnya ditangkap, dan berada di pomal.
” Jika tidak kami akan melakukan pemalangan sebab ini sudah menghilangkan nyawa orang. Jika hukum tak dapat menyelesaikan biarkan adat yang menyelesaikan,” tegasnya. (**)