Connect with us

Berita

BBPJN PB dan PBD Percepat Pembangunan Jembatan Wariori, Target Capai 58,26 Persen

Published

on

Silahkan share ke:

CE|Manokwari, PBD –Pemerintah melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional BBPJN Papua Barat (PB) dan Papua Barat Daya (PBD) mempercepat pembangunan Jembatan Wariori. Proyek ini kini telah memasuki tahap pemasangan rangka baja dengan progres 58,26 persen hingga akhir Juli 2026.

Percepatan ini dilakukan menyusul putusnya jembatan darurat awal Mei 2026 yang membuat konektivitas dua provinsi lumpuh. Jembatan Wariori ditargetkan selesai pada 2027 agar jalur ekonomi dan pelayanan dasar masyarakat kembali normal.

Kepala BBPJN Papua Barat dan Papua Barat Daya, Wijayanto, S.T., M.T saat ditemui wartawan di kantornya di Manokwari, Senin (27/7/2026), mengatakan percepatan pembangunan dilakukan agar konektivitas kedua provinsi segera pulih. 

“Kami berharap pada 2027 akses Jalan Sorong–Manokwari dapat dilalui secara penuh. Jembatan ini adalah prioritas nasional karena dampaknya langsung ke ekonomi dan pelayanan dasar masyarakat,” ujar Wijayanto.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.3 Satker PJN Wilayah 1 Manokwari, Nugroho Condro Sumpeno, S.T., menjelaskan bahwa pekerjaan fisik kini sudah masuk tahap pemasangan rangka baja. Dari total bentang, ia menyebutkan tiga bentang rangka baja sudah mulai dipasang. Dua bentang di antaranya sudah tiba di lokasi Manokwari.

Selain rangka baja, pondasi juga terus berjalan. Di sisi Manokwari, pemasangan bored pile atau tiang pancang sudah dilakukan pada dua abutmen sebanyak 12 titik dengan kedalaman 7 meter. Sementara di sisi Sorong baru satu titik yang dikerjakan karena terkendala kondisi tanah berbatu. Kondisi tersebut membuat pengiriman material mengalami keterlambatan.

Nugroho menambahkan proyek ini menggunakan skema kontrak multi years. Dengan progres yang sudah melewati 50 persen, pihaknya optimistis target 2027 bisa tercapai. “Jembatan Wariori merupakan penghubung vital dua provinsi. Kami berharap setelah selesai dapat segera difungsikan, sehingga konektivitas kembali normal,” pungkasnya.

Pemerintah berkomitmen menyelesaikan jembatan ini tepat waktu. Jika rampung 2027, jalur Sorong–Manokwari akan kembali menjadi urat nadi pertumbuhan ekonomi Papua Barat dan Papua Barat Daya. (Kev)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *