Pendidikan
Kondisi Bangunan Sekolah SD Bagaraga Sorong Selatan Tak Layak, Dana Otsus Untuk Pendidikan ke mana?

CE|SORONG SELATAN- Alokasi dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua yang mencapai triliunan rupiah setiap tahun ternyata belum sepenuhnya dirasakan masyarakat di daerah pinggiran. Bukti nyata terlihat di SD Bagaraga, Distrik Wayer, Kabupaten Sorong Selatan. Bangunan sekolah dasar tersebut saat ini kondisinya jauh dari standar kelayakan.
Kondisi ini bertolak belakang dengan tujuan utama dana Otsus yang diprioritaskan untuk sektor pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat asli Papua.
Pendidikan adalah hak dasar setiap warga negara. Amanat UUD 1945 jelas menyebutkan mencerdaskan kehidupan bangsa. Minimnya perhatian terhadap sekolah di wilayah pinggiran ini menimbulkan pertanyaan besar terkait efektivitas penyaluran dan pengawasan dana Otsus.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sorong Selatan, Isak Meres, saat dikonfirmasi terkait kondisi SD Bagaraga tidak memberikan jawaban.
Hal serupa juga terjadi saat tim media menghubungi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya, Adolof Kambuaya. Hingga berita ini diturunkan, keduanya belum memberikan tanggapan resmi.
Diketahui bahwa dana otsus tahap I tahun 2026 sudah disalurkan ke seluruh daerah di provinsi Papua Barat maupun Papua Barat Daya dengan jumlah mencapai Rp 695,93 miliar.
Khusus untuk kabupaten Sorong Selatan mendapat alokasi sebesar Rp 35,79 miliar. Di tahun sebelumnya, 2025 kabupaten Sorong Selatan menerima alokasi dana otsus sebesar Rp 166,71 miliar.
Tanpa dukungan fasilitas pendidikan yang layak dan memadai, target mencetak sumber daya manusia unggul di Papua hanya akan menjadi wacana. Nasib anak-anak di SD Bagaraga dan sekolah-sekolah lain di daerah terpencil menjadi cerminan apakah dana Otsus benar-benar hadir untuk rakyat atau hanya berhenti di atas kertas. (kev)