Hukum
Insiden Maybrat, Kapolda Tegaskan Proses Visum Sedang Berjalan

CE|SORONG, PBD – Kepolisian Daerah Papua Barat Daya masih terus mendalami insiden yang terjadi di Kampung Ainot, Distrik Aifay Timur Tengah, Kabupaten Maybrat.
Hal tersebut ditegaskan Kapolda Papua Barat Daya, Brigjen. Pol. Yulius Audie Sonny Latuheru, S.I.K., M.Han saat diwawancarai sejumlah wartawan usai memimpin serah terima jabatan Pejabat Utama dan 5 Kapolres di jajaran Polda PBD, di Hotel Aimas, Kabupaten Sorong, Sabtu (22/8/2026).
Kapolda menyampaikan bahwa saat ini tim gabungan dari Polda Papua Barat Daya bersama Polres Maybrat telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Langkah tersebut dilakukan guna mengumpulkan barang bukti, keterangan saksi, serta memastikan tidak ada potensi gangguan keamanan lanjutan di wilayah tersebut.
“Tim kami saat ini sedang melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Namun untuk hasil penyelidikan saya belum bisa sampaikan karena semua harus sesuai dengan fakta dan data yang kami peroleh di lapangan,” ujar Kapolda Audie.
Saat ditanya mengenai kondisi korban, Kapolda juga belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut. Ia menjelaskan bahwa proses visum masih berjalan dan pihaknya belum bisa menyimpulkan apapun sebelum hasil resmi keluar.
“Terkait hasil visum, semua masih berjalan. Kita belum bisa menyimpulkan sebelum hasilnya keluar, ” tuturnya.
Meski terjadi insiden, Kapolda memastikan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Maybrat saat ini dalam keadaan aman dan kondusif.
Kapolda berharap proses olah TKP yang dilakukan hari ini dapat segera tuntas sehingga pengungkapan kasus di Kampung Ainot bisa dilakukan secepatnya.
“Kami berharap olah TKP hari ini bisa segera selesai sehingga kasus ini bisa secepatnya terungkap,”pungkasnya.
Sebelumnya, tiga warga sipil menjadi korban dalam insiden kekerasan dan dugaan penembakan yang terjadi di sekitar Kampung Ainot, Distrik Aifat Timur Tengah, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, pada 13–14 Agustus 2026. Para korban kemudian dievakuasi ke RSUD Sele Be Solu untuk mendapatkan perawatan insentif. (Kev)