Berita
TP-PKK Raja Ampat Kampanyekan Kapowen sebagai Pengganti Kantong Plastik

CENEWS.COM, RAJA AMPAT – Upaya menekan penggunaan sampah plastik di Kabupaten Raja Ampat terus digaungkan. Salah satunya melalui kampanye penggunaan Kapowen, tas tradisional khas Raja Ampat, sebagai pengganti kantong plastik saat berbelanja maupun beraktivitas sehari-hari.
Gerakan tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam Mini Festival “Merajut Kapowen untuk Masa Depan” yang digelar Dewan Kesenian Daerah (DKD) Raja Ampat di Kampung Sapokren. Festival ini memadukan pelestarian budaya dengan kampanye kepedulian lingkungan melalui pemanfaatan produk lokal yang ramah lingkungan.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Raja Ampat, Ny. Rusmiati Burdam, mengajak masyarakat untuk mulai mengubah kebiasaan menggunakan kantong plastik sekali pakai dengan beralih ke Kapowen yang memiliki nilai budaya sekaligus manfaat ekologis.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Raja Ampat untuk bersama-sama mengurangi sampah plastik dengan menggunakan Kapowen khas Raja Ampat sebagai pengganti kantong plastik saat berbelanja maupun beraktivitas lainnya,” ujarnya.
Menurut Rusmiati, penggunaan Kapowen merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan dampak besar terhadap upaya menjaga kebersihan lingkungan, terutama di Raja Ampat yang dikenal dunia sebagai kawasan wisata bahari dengan kekayaan biodiversitas yang tinggi.
Ia menilai persoalan sampah plastik harus menjadi perhatian bersama karena limbah plastik yang sulit terurai dapat mencemari daratan maupun perairan. Karena itu, perubahan perilaku masyarakat dalam penggunaan tas belanja ramah lingkungan menjadi salah satu solusi yang dapat dilakukan dari tingkat rumah tangga.
Selain berfungsi sebagai tas belanja, Kapowen juga merupakan warisan budaya masyarakat Raja Ampat yang diwariskan secara turun-temurun. Penggunaannya tidak hanya membantu mengurangi sampah plastik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga identitas budaya lokal agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Mini Festival “Merajut Kapowen untuk Masa Depan” sendiri dirancang sebagai sarana edukasi budaya dan lingkungan. Berbagai kegiatan ditampilkan, mulai dari proses pembuatan Kapowen, pengolahan sagu, pengenalan hasil bumi masyarakat, pertunjukan seni budaya, hingga diskusi tentang pelestarian warisan budaya lokal.
Festival tersebut juga menerapkan konsep ramah lingkungan. Seluruh peserta diwajibkan membawa tumbler pribadi sebagai bentuk komitmen mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai selama kegiatan berlangsung.
Melalui gerakan ini, masyarakat diajak melihat Kapowen bukan sekadar tas tradisional, melainkan simbol kearifan lokal yang relevan dengan gaya hidup modern dan berkelanjutan. Dengan semakin banyak warga yang menggunakan Kapowen, diharapkan jumlah sampah plastik dapat ditekan sekaligus memperkuat kebanggaan terhadap budaya Raja Ampat.
Gerakan penggunaan Kapowen diharapkan menjadi langkah nyata menuju Raja Ampat yang lebih bersih, hijau, dan bebas dari pencemaran sampah plastik, sekaligus menjaga warisan budaya leluhur agar tetap lestari bagi generasi mendatang.