Connect with us

Berita

Wakil Bupati Raja Ampat: Pencegahan Kebakaran Merupakan Tanggung Jawab Semua Elemen Masyarakat

Published

on

Silahkan share ke:

CE|Waisai- Wakil Bupati Raja Ampat, Mansur Syahdan, mengatakan bahwa upaya pencegahan kebakaran tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah, tetapi harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, khususnya di Raja Ampat.

Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kebakaran dan Koordinasi Penyelenggaraan Kerja Sama Antar Daerah, Antar Lembaga, dan Kemitraan dalam Pencegahan, Penanggulangan, Penyelamatan Kebakaran dan Non Kebakaran di Aula Bappeda Raja Ampat, Kamis (11/6/2026).

Menurut Mansyur, kebakaran merupakan salah satu bencana yang memiliki dampak multidimensi karena tidak hanya menyebabkan kerugian material, tetapi juga dapat menimbulkan korban jiwa, gangguan sosial, hingga kerugian ekonomi yang berkepanjangan.

“Kebakaran sering kali terjadi akibat kelalaian yang sebenarnya dapat dicegah. Karena itu, membangun budaya pencegahan jauh lebih penting daripada hanya berfokus pada penanganan ketika bencana sudah terjadi,” ucap Wakil Bupati.

Ia menilai edukasi masyarakat menjadi faktor utama dalam menekan angka kejadian kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat penduduk, pusat perdagangan, fasilitas publik, dan wilayah kepulauan yang memiliki keterbatasan akses terhadap sarana pemadam kebakaran.

Wakil Bupati juga menegaskan bahwa semangat kolaborasi yang dibangun melalui kegiatan tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang menempatkan urusan ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat sebagai salah satu urusan wajib pemerintah daerah.

Selain itu, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana juga menegaskan bahwa upaya pengurangan risiko bencana harus dilakukan secara terencana, terpadu, dan melibatkan partisipasi masyarakat. Karena itu, menurutnya, pencegahan kebakaran tidak boleh hanya dipandang sebagai tugas petugas pemadam kebakaran, melainkan bagian dari gerakan bersama untuk melindungi keselamatan warga.

“Kesadaran masyarakat adalah garis pertahanan pertama dalam mencegah kebakaran. Semakin tinggi tingkat kewaspadaan masyarakat, semakin kecil risiko terjadinya bencana yang dapat mengancam keselamatan jiwa dan harta benda,” terangnya 

Kesempatan yang sama, Mansyur, juga menyoroti pentingnya kerja sama lintas daerah dan lintas lembaga, terutama mengingat karakteristik wilayah Raja Ampat yang terdiri dari gugusan pulau-pulau dan membutuhkan respons cepat ketika terjadi keadaan darurat.

Menurut orang nomor dua di Raja Ampat ini, bahwa sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, aparat keamanan, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun sistem pencegahan dan penanggulangan kebakaran yang efektif serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Tidak ada satu lembaga pun yang dapat bekerja sendiri menghadapi ancaman bencana. Karena itu, koordinasi dan kemitraan harus terus diperkuat agar setiap potensi risiko dapat diantisipasi sejak dini,” tegasnya.

Lebih lanjut Wakil Bupati Raja Ampat berharap kegiatan sosialisasi yang difasilitasi Dinas Kebakaran dan Penyelamatan serta Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Papua Barat Daya tersebut tidak berhenti pada penyampaian materi semata, tetapi mampu melahirkan rekomendasi dan langkah konkret yang dapat diterapkan di tingkat kampung, kelurahan, distrik, hingga kabupaten.

Ia juga mengajak seluruh peserta menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing dengan menyebarluaskan pengetahuan tentang pencegahan kebakaran kepada masyarakat.

“Budaya sadar keselamatan harus dibangun dari lingkungan terkecil. Ketika masyarakat memahami cara mencegah kebakaran dan mengetahui langkah penyelamatan yang tepat, maka risiko korban jiwa maupun kerugian ekonomi dapat diminimalkan,” katanya.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan serta Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Papua Barat Daya, jajaran Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, serta para peserta sosialisasi dari berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *