Connect with us

Berita

Realisasi APBD Raja Ampat Tahun 2026 Minim, DPRK Desak Pemda Segera Bayar TPP ASN

Published

on

Silahkan share ke:

CE|Waisai- Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Raja Ampat mendesak Pemerintah Daerah untuk segera merealisasikan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 yang sudah ditetapkan. Desakan ini disampaikan Ketua DPRK Raja Ampat, Muh Taufik Sarasa, Selasa (2/06/2026).

Taufik menyebut, bahwa serapan anggaran per 01 Juni 2026 kini baru mencapai 8,20 persen. Berdasarkan angka presentase tersebut dikhawatirkan adanya keterlambatan realisasi anggaran yang bisa memicu beban Silpha yang meningkat pada tahun berikutnya.

Hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara DPRK dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), diketahui bahwa beban utang (Silpha) Pemerintah Daerah pada tahun sebelumnya telah mencapai kisaran angka 60 Milyar.

Sementara, berdasarkan data realisasi APBD yang diterima oleh SIKD per 01 Juni 2026 baru mencapai 93,27 Milyar, dari postur APBD Raja Ampat sebesar 1.137.55 Milyar. Dengan angka presentase ini disinyalir realisasi akan mengalami keterlambatan.

“Oleh karena itu, kami mendesak Pemerintah Daerah untuk segera merealisasikan Anggaran tersebut, sehingga serapan anggaran bisa mencapai angka presentase yang maksimal,” tegas Taufik Sarasa.

Ketua DPRK juga berharap agar pemerintah daerah segera melaksanakan pelantikan pejabat eselon III dan IV dalam waktu dekat. Hal ini dinilai cukup berpengaruh terhadap proses realisasi Belanja Modal dan juga Belanja Pegawai.

Taufik Sarasa juga mendesak pemerintah daerah agar segera membayar Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang mana anggarannya sudah tercover dalam APBD Raja Ampat Tahun 2026 yang sudah ditetapkan.

Menurutnya, hal ini sangat penting untuk memastikan kesejahteraan para ASN di Raja Ampat, sebagai bentuk stimulasi agar meningkatkan etos kerja dalam tugas dan pelayanan.

“TPP ASN sudah masuk dalam APBD Raja Ampat Tahun 2026 dan sudah ditetapkan. Kami berharap TPP ini secepatnya harus dibayarkan, mengingat ASN bukan saja berpusat di Kota Waisai, akan tetapi tersebar di 24 Distrik dan 117 Kampung di Raja Ampat”. Tandas Ketua DPRK, Taufik Sarasa.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *