Published
2 hari agoon
By
Redaksi Day
CE|Sorong-Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Sorong periode 2025–2029 resmi dilantik. Pelantikan berlangsung di Lantai III Rektorat Universitas Muhammadiyah Sorong (UMS) Sorong, Sabtu (30/5/2026).
Pengurus IPSI Kota Sorong ini dilantik langsung oleh Ketua IPSI Provinsi Papua Barat Daya, Adolof Kambuaya, yang diwakili Wakil Ketua I IPSI Papua Barat Daya, Joko Santoso.
Dalam pelantikan tersebut, Arfan Paretoka, resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum IPSI Kota Sorong periode 2025–2029. Hadir pula Wakil Ketua II DPRD Provinsi Papua Barat Daya, Fredrik Frans Adolof Marlisa, jajaran pengurus IPSI Provinsi Papua Barat Daya, serta keluarga besar pencak silat Kota Sorong.
Dalam sambutannya, Arfan Paretoka menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin IPSI Kota Sorong.
Arfan menyebut bahwa amanah tersebut merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi demi kemajuan pencak silat di Kota Sorong, Papua Barat Daya.
“Pencak silat bukan hanya olahraga bela diri. Pencak silat adalah warisan budaya bangsa, simbol kehormatan, disiplin, keberanian, dan persaudaraan. Di dalam pencak silat diajarkan nilai moral, penghormatan kepada guru, serta semangat melindungi dan membela kebenaran,” terang Arfan Poretoka.
Menurutnya pria yang juga berprofesi sebagai Advokat itu, pencak silat memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Oleh karena itu, dirinya juga mengajak seluruh perguruan pencak silat yang ada di Kota Sorong untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat kerja sama demi kemajuan bersama.
“Ke depan saya berharap seluruh perguruan pencak silat di Kota Sorong dapat bersatu, saling menghormati, dan meninggalkan ego kelompok demi tujuan yang lebih besar, yaitu membangun generasi muda yang kuat secara fisik, matang secara mental, dan baik secara akhlak,”imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Arfan juga berkomitmen untuk meningkatkan pembinaan atlet sejak usia dini, memperkuat organisasi dan sinergi antarperguruan, menghadirkan kompetisi yang sehat dan bermartabat, serta mendorong lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kota Sorong di tingkat daerah, nasional hingga internasional.
“Kepada generasi muda, saya ingin menyampaikan bahwa pencak silat harus menjadi wadah pembentukan karakter, bukan tempat permusuhan. Jadikan pencak silat sebagai jalan untuk membangun disiplin, kehormatan, dan masa depan,” demikian pesan Arfan.
Ia juga optimistis, dengan dukungan seluruh pengurus, perguruan, atlet, pemerintah daerah, dan masyarakat, IPSI Kota Sorong akan mampu berkembang menjadi organisasi olahraga yang kuat serta menjadi kebanggaan Papua Barat Daya.