Connect with us

Berita

Banyak Pasien Dirujuk ke Sorong Jadi Indikator Minimnya Pelayanan di RSUD Raja Ampat, DPRD Minta Evaluasi Menyeluruh

Published

on

Silahkan share ke:

CenderawasihEkspres.Com, Waisai-Pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Raja Ampat dinilai mengalami kemunduran pasca libur bersama tahun 2025. Hal ini berdasarkan adanya aduan masyarakat kepada DPRD terkait banyaknya pasien yang terpaksa harus dirujuk ke Kota Sorong.

Pelayanan RSUD ini mendapat sorotan dari Ketua DPRD Kabupaten Raja Ampat,Muh Taufik Sarasa. Taufik mengungkapkan bahwa RSUD Raja Ampat merupakan salah satu Rumah Sakit rujukan, namun jika dilihat dari aduan masyarakat yang begitu banyak, maka pihaknya mendorong adanya evaluasi berkala oleh Pemerintah Daerah terhadap Direktur dan tenaga dokter yang ada pada RSUD Raja Ampat.

Taufik juga mengungkapkan bahwa anggaran yang digelontorkan kepada RSUD cukup besar, sehingga jika pelayanan kesehatan terhadap masyarakat mengalami penurunan,maka ini hal ini justru kontras dengan anggaran yang ada.

“Sebagai pimpinan lembaga DPRD, saya menghimbau kepada Pemerintah Daerah agar melakukan evaluasi berkala terhadap Direktur dan tenaga dokter yang ada pada RSUD Raja Ampat,’ tegas Taufik, Selasa (30/12/2025).

Menurutnya, banyaknya keluhan masyarakat adalah barometer untuk mengukur lemahnya pelayanan kesehatan di RSUD terhadap masyarakat di Kabupaten Raja Ampat, padahal, anggaran RSUD itu cukup besar.

“Terkhusus kepada Direktur RSUD agar untuk lebih fokus terhadap pelayanan, dalam hal ini ketidakhadiran dokter dan perawat pasca liburan karena banyak keluhan kepada kami terkait dokter dan tenaga medis yang tidak berada di tempat, sehingga banyak pasien harus dirujuk ke Sorong,” ujar Taufik.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *