Published
9 jam agoon
By
Redaksi DayCENDRAWASIHEKPRES.COM, RAJA AMPAT – Kehadiran proyek pembangunan pemecah ombak (breakwater) di Kampung Urbinasopen Distrik Waigeo Timur Kabupaten Raja Ampat mendapat respons positif dari masyarakat. Proyek ini dinilai sebagai solusi krusial dalam menangani masalah abrasi pantai yang kondisinya semakin memprihatinkan dan mengancam pemukiman warga.
Plt Kepala Kampung Urbinasopen, Giovani Krey menyatakan bahwa proyek ini berjalan dengan skema pemberdayaan masyarakat, di mana seluruh kebutuhan material ditangani langsung oleh warga. Hal ini memberikan dampak ekonomi positif karena masyarakat mendapatkan bagian dari penyediaan material tersebut.
Menanggapi adanya sorotan terkait progres pekerjaan, Giovani menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor teknis yang memengaruhi linimasa proyek :
1. Metode Penyusunan : Mengingat ukuran batu cetak yang relatif kecil, proses penyusunan dilakukan secara swadaya. Terdapat pemisahan pos anggaran antara biaya cetak dan biaya angkut/susun, yang semuanya dikerjakan oleh kelompok masyarakat.
2. Kendala Cuaca: Proses cetak material telah rampung pada Desember lalu. Namun, mobilisasi material ke laut tidak dapat dilakukan seketika karena kondisi cuaca dan faktor teknis di akhir tahun (perayaan Natal dan Tahun Baru). Pengerjaan baru bisa dilanjutkan secara intensif setelah masa hari raya.
3. Pasang Surut Air: Kelompok kerja di lapangan sangat bergantung pada siklus pasang surut air laut untuk mengangkut kubus-kubus beton ke titik koordinat yang telah ditentukan, sehingga membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
Selain faktor alam, keterlambatan juga dipengaruhi oleh tingginya aktivitas sosial-keagamaan masyarakat di kampung. Banyak anggota kelompok kerja yang terlibat aktif sebagai panitia dalam berbagai agenda besar, di antaranya Panitia Sidang Klasis, Panitia Hari Besar Gereja, Panitia Pembangunan Pastori, hingga Panitia Tugu Pendaratan Injil.
“Pengerjaan disesuaikan dengan kesibukan kelompok kerja yang juga melayani urusan gereja. Namun, sebagian besar kubus yang dicetak sudah berada di titik lokasi pantai. Gambar-gambar yang beredar saat ini hanyalah sisa material yang sedang dalam proses pengangkutan,” ujar Plt Kepala Kampung dalam keterangannya, Senin (13/4).
Terkait adanya rencana peninjauan dari Panitia Khusus (Pansus) DPRD atau pihak terkait, masyarakat menyatakan keterbukaan dan kesiapan mereka. Warga menegaskan tidak keberatan dengan adanya pengawasan lapangan guna mengklarifikasi kondisi sebenarnya di lokasi proyek.
“Silakan kalau Pansus mau turun meninjau. Kami siap menjemput dan memberikan penjelasan secara langsung mengenai progres dan kendala di lapangan,” tutupnya.