Connect with us

Berita

BLUD KKPD Raja Ampat dan BLUD KKPD Kaimana Sinergis Bahas Rancangan Bisnis Anggaran

Published

on

Silahkan share ke:

Cendrawasihekspres.Com, Waisai-Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah Kawasan Konservasi Perairan Daerah (BLUD KKPD) Raja Ampat menerima kunjungan dari Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Provinsi Papua Barat, Prof. Origenes Iji serta Kepala Badan Layanan Umum (BLUD) Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kawasan Konservasi Perairan (KKP) Kaimana, Eli Auwe beserta staf, di Kantor BLUD KKP Raja Ampat Selasa, (7/04/26).

Kepala BLUD KKPD Raja Ampat, Hasan Makassar menyatakan bahwa kehadiran Kepala Dinas Perikanan Papua Barat, Prof. Origenes Iji, serta beberapa kepala bidang dan staf serta Kepala BLUD KKPD Kaimana, Eli Auwe adalah untuk merajut sinergitas program.

Kata Hasan, terdapat beberapa poin penting dalam pembahasan tersebut, di antaranya adalah untuk sama-sama belajar bersama dengan BLUD KKP Raja Ampat, dalam menyusun Rancangan Bisnis Anggaran (RAB) yang di inisiasi oleh BLUD UPTD Kaimana Papua Barat. 

Hasan menerangkan bahwa BLUD Raja Ampat seacara suport system sudah memiliki beberapa instrumen yang cukup. Terutama tentang kawasan konservasi. Sehingga lanjut Hasan , dari BLUD Kaimana hadir disini untuk sama-sama kita belajar dengan melihat secara langsung dan bisa mengaplikasikan dalam RAB mereka.

“Mereka melihat perjalanan panjang BLUD Raja Ampat dalam mengelola kawasan konservasi sehingga mereka hadir disini. Kami di BLUD Raja Ampat sangat bersyukur dan welcome kepada teman-teman dari BLUD Kaimana yang sudah mau hadir disini, dan sama-sama kita belajar,” tutur Hasan.

Kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat, Prof. Origenes Ijie menerangkan terkait Penerapan Pola Pengelolaan Keuangan BLUD (PK-BLUD) pada unit-unit teknis di bawah Dinas Kelautan dan Perikanan.

Ia mengatakan bahwa ini merupakan komitmen bersama untuk selanjutnya bertransformasi dari pola konvensional ke pola yang lebih fleksibel dan berorientasi pada hasil kinerja.

“Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) bukanlah sekadar dokumen administratif tahunan, melainkan dokumen strategis yang merinci tujuan, strategi, dan proyeksi keuangan kita,” ungkapnya.

Menurutnya, RBA menjadi panduan manajemen dalam mengelola sumber daya, baik dari APBD maupun pendapatan mandiri, untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan pelaku usaha perikanan. Ia menekankan beberapa hal dalam penyusunan RBA.

Origenes menekan bahwa BLUD Kaimana, RAB nya Berbasis Kinerja dan Market-Oriented: mencerminkan analisis situasi yang riil (evaluasi tahun sebelumnya) dan berorientasi pada peningkatan layanan. 

“Unit BLUD seperti Pelabuhan Perikanan, Balai Benih, atau UPTD Pengelolaan Konservasi harus mampu memproyeksikan target pendapatan dan belanja secara logis. Praktik Bisnis yang Sehat: BLUD diberi fleksibilitas untuk menerapkan praktik bisnis yang sehat,” tandasnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *