Connect with us

Kriminal

Terkesan Tertutup, Keluarga Almarhum Prada Jack Soor Minta Transparansi Proses Hukum

Published

on

Keluarga korban, Almarhum Prada Jack Soor didampingi kuasa hukum saat memberikan keterangan Pers di Kota Waisai,Raja Ampat, Senin (27/04).
Silahkan share ke:

Cendrawasihekspres.Com, Waisai –Kematian Prada Jack Yakonias,prajurit muda Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD), masih menyisakan tanda tanya besar. Keluarga korban hingga saat ini belum mengetahui proses hukum yang dilakukan oleh instusi terkait.

Kuasa Hukum keluarga korban, Arfan Poretoka, SH, menegaskan bahwa pihaknya akan menyurati Pangdam Kasuari salam waktu dekat, untuk memastikan adanya transparansi penangan kasus Kematian Parada Jack Soor.

“Dalam waktu dekat ini kami akan menyurati Pangdam Kasuari, tebusan ke Mabes TNI, Komisi III DPR RI, Kementerian Pertahanan dan juga kepada Presiden. Kami menilai proses penangan perkara yang melibatkan sejumlah prajurit ini belum dilakukan secara transparan,” tegas Arfan, di Waisai, Senin (27/04/2026).

Arfan mengatakan, dirinya tengah memantau proses kasus ini melalui media. Bahwa belum lama ini, Kapendam XVIII/Kasuari, Letkol Inf J. Daniel P. Manalu mengatakan saat ini proses hukum masih berjalan dan telah sampai pada tahap pemberkasan akhir oleh Pomdam XVIII/Kasuari.

Setelah proses tersebut selesai, kata Kapendam, berkas perkara akan dilimpahkan ke Oditurat Militer IV-21 Manokwari untuk proses hukum lebih lanjut.

Terkait proses penangan kasus tersebut, Arfan bersama timnya menilai penanganan kasus tersebut tidak transparan dan cenderung tertutup. Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan, namun berdasarkan pengakuan kliennya, bahwa hingga saat ini mereka belum mengetahui proses hukum tersebut.

Pasalnya, Jenazah anggota Brigade Infanteri 26 Gurana Piarawaimo itu saat diserahkan kepada keluarga pada 20 Desember 2025 lalu, keluarga korban belum mendapatkan penjelasan resmi dari satuan, terkait penyebab kematiannya, meski tubuh korban ditemukan sejumlah luka memar dan dugaan luka tusukan benda tajam.

Terkait proses hukum, Arfan menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang pihaknya terima, terdapat 19 anggota TNI AD telah diperiksa, namun hingga saat ini proses selanjutnya belum diketahui. Oleh karena itu, ia bersama tim hukum keluarga korban meminta keadilan hukum atas wafatnya Prada Jack Soor.

“Kami juga meminta agar proses penangan kasus ini bisa berjalan secara transparan, sehingga bisa diketahui oleh klien kami,”ujar Arfan.

Sementara, Yacob Soor, Ayah kandung almarhum Prada Jack Soor, meminta agar para pelaku yang ikut terlibat dalam kasus penganiyaan anaknya dapat dipecat dan dipenjara sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Senada dengan Ayah korban, Olivia Salai, Calon Istri Prada Jack Soor juga meminta agar kasus ini ditangani dengan transparan. Olivia mengaku, hingga saat ini belum mengetahui secara pasti sejauh mana kasus ini ditangani

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *