Connect with us

DPR/DPRD

Ketua DPRD Desak Bupati Raja Ampat Segera Gelar Pelantikan Pejabat Eselon 3, 4 dan Kepala Kampung Terpilih

Published

on

Silahkan share ke:

Cenderawasihekspres.com, Waisai –Ketua DPRD Raja Ampat,Muh Taufik sarasa mendesak Pemerintah Daerah agar segera melakukan pelantikan pejabat eselon 3 dan 4 di lingkungan Pemda Raja Ampat yang hingga saat ini masih terdapat kekosongan di sejumlah jabatan strategis.

Kekosongan sejumlah jabatan seperti bagian pemerintahan, bagian ortala, Bidang Aset BPKAD Raja Ampat dan bagian hukum di Sekretariat Daerah (Setda) ditenggarai adanya rotasi pejabat yang dilakukan sebelumnya.

Oleh karena pemerintah daerah diharapkan untuk segera menggelar pelantikan, agar jabatan strategis pada bagian-bagian tersebut bisa terisi sehingga pelayanan bisa berjalan normal.

Menurut Taufik, bagian-bagian tersebut sangat penting dan sentral dalam menjalankan tata kelola pemerintahan daerah, sehingga kekosongan jabatan akan berdampak pada penurunan tingkat pelayanan.

Selain pelantikan pejabat eselon 3 dan 4, Sarasa juga mendesak pemerintah daerah agar segera melantik para kepala-kepala kampung yang terpilih dalam hasil pemilihan kepala kampung beberapa bulan lalu.

Upaya ini dilakukan agar pemerintahan bisa berjalan dengan lancar dan efesien serta tidak menghambat proses pencairan Anggaran Dana Desa (DDS) dan juga ADD pada tahun 2026.

Sementara pada sisi yang lain, Ketua DPRD Raja Ampat juga mendesak Bupati Raja Ampat agar melakukan review para pimpinan OPD, untuk memastikan capain progres realisasi anggaran yang ada pada DPA masing-masing OPD yang telah dibagikan.

“Karena berdasarkan data yang kami miliki, capain progres realisasi anggaran sejauh ini belum mencapai angka yang siginifikan. Dorongan untuk mempercepat realisasi anggaran ini sangat penting untuk memastikan anggaran tersebut berjalan efektif dan efesien sesuai dengan peruntukannya,” ujar Taufik, Rabu (25/03/2026).

Lambatnya realisasi anggaran ini, kata Taufik, dikuatirkan dapat berpengaruh terhadap belanja modal. Hal ini juga berdasarkan pada pengalaman Tahuan anggaran sebelumnya, yang mana serapan anggaran kurang efektif lantaran realisasi program yang lambat.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *