Published
2 hari agoon
By
Redaksi DayCendrawasihEkspres.Com, Waisai-Panitia Khusus (Pansus) DPRK Raja Ampat kembali menemukan kejanggalan dalam realisasi kegiatan proyek Mooring Buoy yang direlokasi dari daerah Ayau ke Misool.
Dalam dokumen LKPJ Bupati Raja Ampat yang dibedah oleh DPRK, bahwa kegiatan ini telah cair 50 persen, namun titik pemasangan Mooring Buoy ini belum diketahui secara pasti dimana titik pemasangannya.
Terkait dengan hal tersebut, Anggota Pansus DPRK, Roni Rumbewas menyatakan bahwa Pansus dalam waktu dekat akan melakukan peninjauan lapangan guna memastikan Mooring Buoy yang ada dalam dokumen tersebut direalisasi dengan baik dan tetap sasaran.
“Ini menjadi atensi kami, sehingga dalam waktu dekat kami akan turun lapangan untuk memastikan apakah pekerjaan ini direalisasikan atau tidak, ataukah realisasinya hanya sebatas di atas kertas saja,” ujar Roni saat ditemui di Kantor DPRK, Senin (13/04/2025).
Sorotan Pansus terkait realisasi kegiatan Mooring Buoy ini mempertegas dugaan Pansus adanya potensi kejanggalan dalam kegiatan tersebut. Dugaan ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan keterangan dari Kepala Dinas Perhubungan bahwa lokasi pemasangan Mooring Buoy belum diketahui.
“Awalnya kegiatan Mooring Buoy ini akan dipasang di wilayah Ayau, saya tanya Kepala Dinas, bicara soal Ayau ini kan luas, di bagian sebelah mana, trus kalau pun dipindah ke Misool, Mooring Buoy dipasang sebelah mana, mereka mengakui belum tahu titik pasang nya,” terang Roni.
Kegiatan ini ada pada DPA Dinas Perhubungan Kabupaten Raja Ampat. Sementara anggaran kegiatan Mooring Buoy ini pagunya mencapai 1 Miliar Rupiah (Rp 1.000.000.000;) yang bersumber dari APBD Raja Ampat Tahun Anggaran 2025.
Waketum PBVSI Paulus Waterpauw Sebut AVC Volleyball Tour Raja Ampat Ajang Promosi Pariwisata
AVC Beach Volleyball Tour Raja Ampat Open Resmi Dibuka Gubernur Papau Barat Daya
Ratusan Juta Digelontorkan Susun Dokumen LKPJ Bupati, 25 Anggota DPRK Hanya Terima 1 Dokumen
Sekda Raja Ampat Jarang Berada di Tempat Tugas,Ketua DPRD Beri Warning