Ekonomi
BI dan TNI AL Lepas Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Bawah Serta 10,6 Miliar Menyasar 6 Pulau 3T di Wilayah Sorong

CE|SORONG,PBD– Bank Indonesia bersama TNI Angkatan Laut secara resmi melepas Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 dari Kota Sorong, Senin (20/10/2026).
Pelepasan ini menandai dimulainya layanan kas keliling dan edukasi di wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T) di Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya. Kegiatan akan berlangsung selama sembilan hari, pada 20 hingga 28 Oktober 2026.
Ekspedisi ini merupakan bagian dari komitmen Bank Indonesia dalam menyediakan uang Rupiah yang layak edar di seluruh penjuru Tanah Air serta memperkuat semangat kebangsaan melalui pemahaman tentang Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.
Untuk tahun 2026, ERB membawa modal kerja sebesar Rp10,6 miliar. Jumlah ini mengalami peningkatan sebesar 10,4 persen dibandingkan Ekspedisi Rupiah Berdaulat Tahun 2025 yang sebesar Rp9,6 miliar. Modal tersebut akan digunakan untuk memberikan layanan penukaran uang Rupiah kepada masyarakat, baik secara ritel maupun wholesale, di lokasi-lokasi tujuan.
Selain layanan penukaran, tim juga akan melaksanakan dua agenda penting lainnya, yaitu memberikan edukasi dan sosialisasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah kepada masyarakat di lokasi kegiatan, serta menguatkan jiwa dan karakter Pejuang Rupiah melalui kegiatan berbagi pengalaman dan leadership sharing oleh TNI Angkatan Laut.
Pelaksanaan ERB Tahun 2026 akan menjangkau enam lokasi tujuan di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya, yaitu Kabupaten Kaimana, Pulau Namatota, Pulau Arguni, Pulau Yellu, Pulau Sauwandarek, dan Pulau Waisai.
Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) XIV Laksamana Muda TNI Djatmoko, S.T., M.M., menegaskan bahwa tantangan geografis tidak boleh menjadi penghalang bagi pemerataan pembangunan.
“Pentingnya sinergitas antara Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut demi menjaga kedaulatan negara, mendukung pembangunan nasional, dan menjaga kedaulatan ekonomi di seluruh wilayah perairan Indonesia,” ujarnya
Sementara itu, Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut. Ia berharap kehadiran ekspedisi ini dapat membawa dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat di pulau-pulau terluar wilayah Papua Barat Daya.
Dari sisi perekonomian, kegiatan layanan penukaran uang Rupiah merupakan bentuk nyata dari pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Hadirnya Bank Indonesia di wilayah 3T bukan sekadar fungsi teknis, melainkan bagian dari bela negara.
Bank Indonesia bersama TNI Angkatan Laut juga memberikan pelayanan kesehatan dan upaya pencegahan stunting bagi warga di wilayah kepulauan.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat berharap kegiatan ini tidak hanya menyediakan uang layak edar, namun juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kedaulatan negara dengan bangga bertransaksi menggunakan Rupiah. (DW)