Published
1 bulan agoon
By
Abi Ce
CenderawasihEkspres.Com, Waisai- Pengurus Daerah JMSI Papua Barat Daya menggelar Seminar Nasional di Kota Waisai, Kabupaten Raja Ampat, Selasa (21/10/2025).
Seminar ini merupakan rangkaian dari kegiatan pelantikan Pengurus JMSI Papua Barat Daya. Adapun tehema yang diusung dalam seminar ini adalah ‘Peran Media Siber Indonesia Dalam Mendukung Pariwisata Domestik Papua Barat Daya’.
Narasumber dalam kegiatan yang bertajuk Seminar Nasional ini diantaranya Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam,Wakil Bupati Kabupaten Sorong Selatan, Yohan Bodori dan Ketua Umum JMSI, Teguh Sentosa.
Bupati Orideko Iriano Burdam, dalam pemaparannya menyatakan bahwa persoalan sampah masih menjadi masalah serius bagi Pemkab Raja Ampat. Kata Orideko, pihaknya tengah dalam upaya untuk mengatasi persoalan sampah yang kerap masuk wilayah perairan Raja Ampat.
Bagi dia, sampah-sampah yang kerap ditemukan di permukaan laut Raja Ampat merupakan sampah kiriman dari Kota-kota tetangga. Sampah tersebut muncul hingga di permukaan laut karena hanyut terbawah air akibat banjir.
Tak hanya hanyut terbawa arus air akibat banjir, Bupati Raja Ampat juga menyebut bahwa sampah-sampah yang berserakan di permukaan laut Raja Ampat ini juga berasal dari Kapal Penumpang milik Perusahaan Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI).
Hal ini karena wilayah perairan Raja Ampat juga termasuk zona pelayaran nasional, yang mana kerap kali dilintasi kapal milik PELNI dan kapal swasta lainya.
“Kami saat ini sedang berupaya untuk mencari formulasi yang baik untuk memerangi sampah di wilayah Raja Ampat. Yang penting saat ini adalah menciptakan kesadaran masyarakat dalam memerangi sampah,” ujar Orideko Iriano Burdam.
Dia menegaskan, bahaya sampah yang masuk di wilayah perairan Raja Ampat ini dapat berdampak pada pariwisata Raja Ampat. Keindahan pesona alam Raja Ampat tidak boleh tercoreng akibat sampah, sebab itu, pihaknya akan tetap berupaya untuk memerangi sampah di wilayah Raja Ampat.