Published
4 bulan agoon
By
Abi Ce
CenderawasihEkspres.Com, Waisai –Bupati Orideko Iriano Burdam, Wakil Bupati, Mansyur Syahdan dan Ketua DPRD beserta pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Raja Ampat meninjau cara pengolahan sampah plastik dan organik menjadi produk yang bernilai ekonomi, Minggu (17/8/2025)
EcoForge Raja Ampat, merupakan gabungan sejumlah anak muda di Kampung Saonek, Distrik Waigeo Selatan, yang mendorong satu langkah inovatif untuk menjaga lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi.
Terbentuk pada tahun 2019, komunitas ini secara konsisten mengolah sampah plastik dan organik menjadi produk bernilai guna.Selain itu, sebagai komitmen untuk menciptakan lingkungan Raja Ampat yang ekologis.
Mengusung slogan “Membentuk Masa Depan dari Sampah”, EcoForge tak sekadar berbicara soal daur ulang, melainkan juga tentang harapan.
“Kami percaya, setiap sampah punya potensi untuk menjadi sumber daya,” ungkap Sahib Sangadji, salah satu penggagas komunitas ini.
Produk hasil olahan EcoForge beragam, mulai dari paving block, ubin, hingga aksesoris berbahan plastik daur ulang. Sementara sampah organik dimanfaatkan menjadi pupuk alami yang menyuburkan tanah dan mendukung pertanian berkelanjutan.
Dengan begitu, sampah yang tadinya dianggap masalah justru berubah menjadi peluang usaha dan tambahan penghasilan masyarakat.
Nama EcoForge sendiri memiliki makna filosofis. Eco melambangkan komitmen menjaga ekologi dan kelestarian Raja Ampat, sedangkan Forge menggambarkan semangat menempa sesuatu yang bernilai melalui kerja keras, ketekunan, dan inovasi.
Filosofi ini sejalan dengan tujuan besar komunitas, yakni menghadirkan masa depan yang bersih, hijau, dan sejahtera.
Pada sisi lain, EcoForge juga memiliki visi, yaitu menjadikan Raja Ampat sebagai contoh wilayah kepulauan yang berhasil membentuk ekonomi sirkular.
Di mana limbah bukan lagi masalah, melainkan sumber manfaat. Dengan kerja sama, kreativitas, dan kepedulian, mereka percaya alam Raja Ampat dapat tetap lestari untuk generasi mendatang.
Upaya untuk mengatasi sampah plastik menjadi produk yang bernilai ekonomis ini mendapat tanggapan baik dari Ketua DPRD Raja Ampat, Muhammad Taufik Sarasa.
Saat ditemui usai upacara penurunan bendera di halaman kantor Bupati, Sarasa mengatakan kelompok yang inovatif seperti ini perlu didukung untuk menjaga alam Raja Ampat tetap asri. Ia menyebut mendukung langkah yang dilakukan oleh komunitas Eco Forge.
“Bagi saya, ini perlu didukung, langkah inovatif ini sebagai upaya untuk menjaga alam Raja Ampat serta bisa menciptakan peluang ekonomi,” tandasnya.