Published
1 bulan agoon
By
Abi Ce
CenderawasihEkspres.Com, Waisai –BLUD KKP Kabupaten Raja Ampat melakukan uji coba Sistem Pemantauan, Pengendalian dan Pengawasan Kapal Wisata (SISPANDALWAS).
Sistem ini didorong untuk menyikapi maraknya Kapal Wisata yang semakin hari semakin bertambah dan memanfaatkan kawasan konservasi di Raja Ampat.
BLUD KKP Raja Ampat mendorong sistem ini sebagai upaya mitigasi degradasi terhadap sumber daya yang ada di kawasan konservasi Raja Ampat. Salah satu ide di dalam SISPANDALWAS ini adalah Cluster System, yang mana BLUD KKP membagi area 4.
Area 4 yang dimaksud adalah area yang meliputi kepulauan Misool, Raja Ampat bagian selatan. BLUD telah membagi kawasan ini menjadi 4 cluster.
Alan Ramandey, Koordinator Komunikasi BLUD KKP Raja Ampat, menjelaskan bahwa tujuan utama pembagian cluster di area 4 ini adalah membagi kapal-kapal wisata di kawasan tersebut sehingga tidak beroperasi pada satu titik saja, namun menyebar sesuai dengan Cluster yang telah ditentukan.
Lebih lanjut diterangkan, selain membagi area 4 menjadi 4 cluster, BLUD KKP Raja Ampat juga memberlakukan sistem boking dan sistem antri, untuk menunjang efektivitas penggunaan kawasan.
Menurut Alan, 1 cluster terdiri dari 5 kapal, para kapal-kapal wisata ini nantinya akan memanfaatkan cluster tersebut selama 75 jam. Setelah selesai batas waktu yang telah ditentukan, maka kapal-kapal lainnya boleh menggunakan cluster yang ada.
“Jadi akan melalui sistem boking di website, jadi come versal, siapa cepat, dia yang akan menggunakan tempat itu. Semua sudah dibuat sistemnya, dan sementara ini sedang kami lakukan ujicoba,” terang Alan di Waisai, Rabu (29/10/2025).
Sistem ini kata Alan, sudah diintegrasikan dengan sistem pelayanan yang ada di BLUD KKP Raja Ampat, yakni terintegrasi dengan sistem pemantauan dari ‘Jaga Laut’.
Untuk mendukung tingkat efisiensi dari sistem ini, pemasangan mooring juga menjadi fitur penting di dalam SISPANDALWAS. Dengan adanya pemasangan Mooring ini, BLUD KKP Raja Ampat berharap sistem ini bisa berjalan dengan lancar efektif untuk mendukung tugas pemantauan, pengendalian dan pengawasan di wilayah perairan konservasi Raja Ampat. (*)