Connect with us

Berita

Daya Beli Masyarakat di Waisai Raja Ampat Menurun Pada Awal Tahun 2026,Pemda Diminta Siapkan Langkah Taktis

Published

on

Silahkan share ke:

CenderawasihEkspres.Com, Waisai –Daya beli masyarakat khususnya di Kota Waisai, Kabupaten Raja Ampat belakangan mengalami penurunan yang signifikan. Menurunnya daya beli masyarakat ini berimplikasi pada pendapatan para pedagang di Pasar Snon Bukor, Waisai.

Berdasarkan hasil penelusuran media ini di lapangan, sejumlah keterangan telah didapati dari sumber kredibel, yang mana secara umumnya mengulas tentang pendapat yang stagnan bahkan menurun secara signifikan.

Secara umum, penurunan daya beli masyarakat ini terjadi diindikasikan oleh beberapa faktor, diantaranya perolehan pendapatan yang stagnan,terjadi inflasi dan pendapatan riil yang lemah serta beberapa faktor lainnya.

Sebagai langkah taktis, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat diminta untuk mengendalikan inflasi dan menstabilkan harga kebutuhan pokok serta memastikan pembayaran gaji bagi pegawai secara konsisten dan cepat, sehingga perputaran ekonomi bisa berjalan lancar.

Salah satu Pedagang yang enggan namanya disebutkan dalam pemberitaan mengeluhkan pendapat yang belakangan menurun. Kata dia, daya beli masyarakat menurun sejak awal tahun 2026 sehingga saat ini.

Ia menyebut, pendapatannya menurun drastis sejak bulan Januari ini. Dikatakannya, pendapatan sebelumnya bisa mencapai Rp 700.000 per 1 hari, namun belakangan pendapatannya menurun hingga Rp 120.000.

Terkait kondisi tersebut, berharap agar pemerintah daerah segera mengatasi hal ini, sehingga pendapatan para pedagang pasar bisa mengalami peningkatan seperti bulan-bulan sebelumnya.

“Saya berharap agar pemerintah daerah segera melihat hal ini, sehingga pendapatan kami sebagai pedagang pasar bisa kembali normal seperti bulan-bulan lalu,” ujarnya.

Ardi, salah satu pedagang pasar juga mengeluhkan hal serupa. Ia mengatakan bahwa pendapatannya turun drastis akibat daya beli masyarakat yang berkurang pada awal tahun 2026.

Ia mengatakan tidak mengetahui pasti apa penyebab dari berkurang pembeli, namun, lanjut dia, sebagian besar langganannya merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

” Saya tanya saya punya langganan, dia bilang pembeli sepi karena belum gajian. Dari situ baru saya tahu kalau ternyata pegawai belum gajian,” ujarnya saat dijumpai di Pasar Snon Bukor, Jumat (23/01/2026).

Ia juga berharap agar pemerintah dapat melihat hal ini secara baik dan bisa mengatasi persoalan keterlambatan pembayaran gaji sehingga pendapatan mereka pun ikut bertambah.