Published
1 hari agoon
By
Redaksi DayCenderawasihekspres.com, Waisai- Ketua DPRD Raja Ampat, Muh Taufik Sarasa menyoroti ketidakhadiran Sekretariat Daerah (Sekda) Kabupaten Raja Ampat yang lebih cenderung beraktivitas di luar Ibu Kota Kabupaten.
“Kami melihat Sekda lebih banyak beraktivitas di luar Kota Waisai. Hal ini dapat mempengaruhi kinerja para ASN di lingkungan pemerintah daerah. Sebagai pimpinan ASN tertinggi, Sekda dituntut harus berada di tempat untuk membantu Bupati dan Wakil Bupati menjalankan roda pemerintahan daerah,” jelas Taufik, Senin (30/03/2026).
Sebagaimana dengan tugas seorang Sekda, bahwa Sekda bertugas membantu kepala daerah, Bupati dan Wakil Bupati dalam menyusun kebijakan, mengkoordinasikan dinas-dinas daerah. Sebagai pimpinan birokrasi tertinggi di tingkat daerah, sekda menjalankan pelayanan administratif, melakukan pemberdayaan aparatur (ASN) dan melakukan evaluasi kinerja pemerintahan.
Namun hal ini justru tidak berjalan sesuai dengan tugas dan fungsinya, lantaran sekda Yusuf Salim kerap melaksanakan aktivitas di luar wilayah ibu kota Kabupaten, yakni di Kota Waisai. Ketidak hadiran Sekda Yusuf Salim menuai sorotan lembaga legislatif.
Pada hari Senin 30 Maret 2026, dalam apel perdana usai lebaran, terpantau Sekda Raja Ampat dan bayak Pimpinan OPD, juga Staf ASN sebagain besar tak hadir mengikuti apel tersebut. Dengan kondisi tersebut, Taufik menyebut akan berpengaruh pada tingkat pelayanan publik yang tidak efesien dan efektif.
” Sekda ini jarang sekali berada di tempat, ini akan berpengaruh kepada kinerja ASN, karena yang melakukan kontrol atas kinerja ASN itu adalah Sekda sebagai pimpinan ASN,” cetus Taufik.
Kenderan Milik Pegawai Padati Bahu Jalan, Pemda Diminta Cari Area Parkir Alternatif
Musrenbang Otsus di Raja Ampat Belum Digelar Bappeda, DPRD Beri Warning
Ketua DPRD Desak Bupati Raja Ampat Segera Gelar Pelantikan Pejabat Eselon 3, 4 dan Kepala Kampung Terpilih
Parah! TAPD Raja Ampat Diduga Lakukan Pergeseran APBD Tanpa Sepengatahuan DPRD