Published
1 minggu agoon
By
Redaksi Day
CenderawasihEkspres.Com, Waisai –Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Raja Ampat kembali menyoroti pelayanan perusahaan pelayaran PT Belibis Papua Mandiri.
Kali ini DPRD menyoroti jadwal kapal yang hingga kini dinilai tak menentu waktu keberangkatannya sehingga mengakibatkan banyak penumpang yang tertinggal, akibat dari penetapan jadwal yang tak diketahui.
Terkait hal tersebut, Ketua DPRD Raja Ampat, Muhammad Taufik Sarasa mendesak manajemen PT Belibis Papua Mandiri untuk kembali menetapkan jadwal yang normal seperti waktu sebelumnya.
“Kami mendesak manajemen PT Belibis Papua Mandiri agar kembali mengaktifkan jadwal pelayaran yang sebelumnya sudah ditentukan, yakni kapal bisa melayani pagi dan waktu siang,” desak Sarasa, Jumat (21/11/2025).
Selain jadwal pelayaran, Ketua DPRD juga meminta agar PT Belibis Papua Mandiri segera menyiapkan armada yang layak, mengingat menjelang bulan Desember dan Tahun Baru ini mobilitas masyarakat cukup tinggi.
“Sehingga kami minta agar pelayanan pun harus ditingkatkan karena jelang Desember dan Tahun Baru ini banyak masyarakat yang melakukan perjalan dari Waisai ke Sorong, begitu juga sebaliknya,” terang Taufik.
DPRD juga menekankan kepada Pemerintah Daerah agar melakukan kerjasama dengan PT Belibis Papua Mandiri untuk kembali membuka rute pelayaran antara Waisai, Sorong dan Misool.
Menurutnya, rute pelayaran ke Misool perlu didorong untuk memperlancar aksesibilitas masyarakat di wilayah setempat. Pada sisi yang lain, rute pelayaran ke Misool juga mendukung sektor pariwisata.
“Dengan adanya akses yang lancar, maka dapat dipastikan perekonomian masyarakat meningkat dan income PAD pun meningkat karena arus kunjungan wisatawan yang lancar,” tambahnya.
Dijelaskan lebih lanjut,bahwa dengan adanya akses pelayaran lancar di wilayah Misool, pihak Dinas Pariwisata bisa melakukan Entry Point, sehingga upaya untuk meningkatkan PAD bisa mengalami dinamisasi.
Bagi Taufik, ketika rute pelayaran ke Misool dibuka kembali, maka putaran perekonomian masyarakat pun meningkat. Selain itu juga menjadi akses alternatif wisatawan yang hendak berwisata d Kepulauan Misool.
Tak hanya Misool, Taufik juga mendesak agar rute pelayaran juga dibuka di wilayah Raja Ampat Utara yang memiliki jangkauan ke ibukota Kabupaten cukup jauh.
“Rute pelayaran juga harus dibuka di wilayah Pantura, sehingga masyarakat yang ada kepulauan yang jauh dengan Kabupaten ini bisa terlayani dengan baik,” tandasnya.
Peningkatan aksesibilitas ini merupakan wujud dan upaya untuk mendukung visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Raja Ampat, yakni “Raja Ampat Bangkit dan Produktif”.
Sebanyak 37 Peserta Ikut Ramaikan Lomba SKJ 88 Sambut HUT KORPRI ke-54 Tahun 2025
Pengisian DRH CPNS Formasi 2024 Sempat Bermasalah, Kini Menemui Titik Terang
Manejemen PT Belibis Papua Mandiri Pastikan Jadwal Pelayaran Reguler Berlaku di Awal Desember 2025
Yamnini Homestay, Tempat Nginap Yang Recommended di Misool Raja Ampat Selatan