Connect with us

Berita

Dinilai Abai dari Tanggung jawab, Generasi Muda Pulau Gag Beri Ultimatum ke PT Gag Nikel

Published

on

Silahkan share ke:

CenderawasihEkspres.Com, Waisai –Bantuan biaya pendidikan untuk Siswa dan Mahasiswa Pulau Gag yang sebelumnya disampaikan oleh Office Manager PT Gag Nikel di media online memantik respon Mahasiswa Pulau Gag, Waigeo Barat Kepulauan, Kabupaten Raja Ampat.

Pasalnya, statement yang dikeluarkan oleh pihak PT Gag Nikel terkait dengan bantuan biaya pendidikan bagi Siswa-siswi dan Mahasiswa lingkar tambang tersebut merupakan sebuah ironi yang menyakitkan.

Parah Mahasiswa Pulau Gag menilai, bahwa apa yang telah disampaikan oleh Office Manager PT Gag Nikel,Rudy Sumual itu berbanding terbalik dengan kondisi objektif yang di Pulau Gag.

“ketika membaca klarifikasi yang dikeluarkan oleh PT Gag Nikel. Di satu sisi, mereka berbicara tentang prosedur dan program. Sementara pada sisi yang lain para mahasiswa Pulau Gag hidup dalam realita yang sama sekali berbeda,” ujar Faisal J. Umsero, dalam tulisannya yang diterima Media online CenderawasihEkspres.Com, Minggu (26/10/2025).

Disebutkan, Pelajar dan Mahasiswa Pulau Gag mendukung apa yang telah disampaikan Anggota DPRD Raja Ampat, Muamar Kadafi dalam menanggapi statement dari pihak PT Gag Nikel.

“Pernyataan yang disampaikan oleh Bapak Muamar Kadafi bukanlah sekadar bantahan, melainkan sebuah pengingat akan kehormatan dan janji,” katanya.

Menurut Faishal, Kadafi dengan tegas meluruskan bahwa kewajiban PT Gag Nikel kepada kami, anak-anak adat, bukanlah soal kepatuhan pada Prosedur Operasi Standar (SOP) internal perusahaan.

“Kewajiban itu jauh lebih luhur, lahir dari sebuah “kesepakatan awal” yang dibuat ketika tanah leluhur kami diserahkan,” ibunya.

Lebih lanjut dijelaskan, bahwa kesepakatan itulah yang menjadi ruh dari perjuangan mereka. Mereka juga dengan tegas menyatakan bahwa mereka bukan tidak datang sebagai peminta-minta untuk mengais perhatian perusahaan.

Namun, mereka para generasi muda Pulau Gag hadir untuk menagih janji yang dibuat oleh pihak perusahaan dan masyarakat pemilik hak ulayat di Pulau Gag sebelum PT Gag Nikel beroperasi. Dalam isi perjanjian yang diketahui bahwa perusahaan memiliki kewajiban untuk memastikan masa depan generasi mudah Pulau Gag bisa terjamin melalui pendidikan.

“Apa yang disampaikan Bapak Muamar Kadafi adalah kebenaran yang kami rasakan setiap hari. Klarifikasi perusahaan yang berlindung di balik SOP terasa seperti sebuah dalih, sebuah labirin birokrasi yang sengaja diciptakan untuk mempersulit kami mengakses hak yang seharusnya menjadi milik kami,” ucap Faisal.

Bagi mahasiswa , statement pihak PT Gag Nikel ini cenderung mau menghindar dari tanggung jawab. Menereka menilai bahwa cara tersebut adalah pola klasik yang kerap dilakukan ketika masyarakat adat menuntut hak royalti miliaran rupiah yang tak kunjung cair, namun hanya menerima gestur simbolis yang tidak sepadan.

“Pola yang sama ketika musyawarah penting tentang nasib kami justru digelar di Jakarta, jauh dari jangkauan suara kami yang sesungguhnya.” terang Faisal.

Disampaikan bahwa, klarifikasi pihak perusahaan itu merupakan upaya pembohongan publik. Mereka juga mengatakan bahwa mendukung bantahan Muamar Kadafi terhadap pihak perusahaan.

Kadafi disebut mengungkapkan hal prinsip yang semestinya itu menjadi bagian yang harus dipahami oleh pihak perusahaan. Kadafi sebelumnya mengungkapkan bahwa soal pendidikan generasi muda Pulau Gag tertuang dala. kesepakatan awal antara perusahaan dan masyarakat adat Pulau Gag.

“pernyataan perusahaan di media itu adalah upaya untuk mengabaikan tanggungjawab yang mana telah disepakati jauh sebelum PT Gag Nikel beroperasi di atas tanah masyarakat Pulau Gag.

“Kami, para mahasiswa, adalah bukti hidup dari janji yang tidak ditepati itu. Kami adalah representasi dari “kesepakatan awal” yang kini coba diabaikan dengan dalih prosedural. Oleh karena itu, kami berdiri tegak di belakang pernyataan Bapak Muamar Kadafi,” tegas Faisal.

Mereka juga menegaskan bahwa, mereka tidak menentang pembangunan, karena masa depan dari pembangunan itu sendiri. Namun, pembangunan macam apa yang bisa berdiri di atas fondasi janji yang diingkari?.

Sebagai generasi muda Pulau Gag,mereka tegaskan bahwa, mereka berkomitmen untuk mendukung penuh seruan Anggota DPRD Muamar Kadafi yang menyoroti kebijakan perusahaan yang tak sesuai.

Mereka juga memberikan ultimatum kepada PT Gag Nikel untuk berhenti bersembunyi di balik SOP perusahan dan kembali berunding dengan masyarakat ada Pulau Gag terkait persoalan pendidikan yang sebelumnya telah disepakati secara bersama.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *