Published
1 bulan agoon
By
Redaksi Day
CenderawasihEkspres.Com,Sorong- Pemerintah Kabupaten Raja Ampat baru saja menggelar dua event tahuan,yakni Festival Pesona Raja Ampat dan Festival GemarIkan yang digelar di Pantai WTC,Kota Waisai pada Kamis 18 Oktober hingga 22 Oktober kemarin.
Penyelenggaraan festival yang merupakan kolaborasi antara Pemkab Raja Ampat dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini berjalan penuh suka cita. Ratusan bahkan ribuan pengunjung telah memadati acara penutupan festival ini.
Namun pada sisi lain, penyelenggaraan festival ini dinilai hanya tersentral pada pusat kota, target festival yang ingin memadukan konsep pesona, budaya dan ekonomi kreatif ini belum tepat sasaran.
Hal ini diungkapkan oleh, Hana, salah satu praktisi pariwisata nasional kepada tim redaksi CenderawasihEkspres.Com , belum lama ini di Kota Sorong, Papua Barat Daya. Menurut Hana, tidak relevan jika semua kegiatan hanya tersentral di ibu kota.
Hana juga menerangkan, jika pemberdayaan masyarakat lokal yang ada di kepulauan dan pesisir Raja Ampat ini butuh distimulasi, sehingga dapat memacu semangat untuk terus mengembangkan usahanya.
Ketika disentil terkait dengan peningkatan ekonomi masyarakat, Hana menilai, bahwa ekonomi suatu wilayah akan terkesan stagnan, jika hanya tersentral pada titik tertentu. Sehingga, lanjut dia, jika Pemerintah ingin mengembangkan ekonomi kreatif masyarakat lokal, maka Pemerintah harus melaksanakan event di pesisir dan kepulauan di Raja Ampat.
Diterangkan, upaya tersebut dapat memantik smangat usaha masyarakat lokal, Juga merangsang perekonomian dari Kampung. Dikatakannya, wilayah Raja Ampat ini basisnya adalah kepulauan, sehingga jika pelaksanaan kegiatan hanya terpusat di ibu kota Kabupaten, maka tak ada sisi kemanfaatan bagi pelaku UMKM yang ada di pesisir dan kepulauan.
Dijelaskn, bahwa pemerintah daerah harusnya kembali mendorong program-program yang sebelumnya sudah pernah didorong, seperti festival Pesona Misool yang digelar di Misool, Festival Suling Tambur yang sebelumnya digelar di Kepulauan Sembilan.
“Dengan mendorong program-program ini di wilayah pesisir atau kepulauan, maka ekonomi masyarakat di kepulauan pun ikut mengalami peningkatan,” ujarnya.
Ia berharap agar Pemerintah Daerah kembali mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir dan kepulauan dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang mana lokasi kegiatannya tidak tersentral di Kota Waisai, namun pelaksanaannya ada di kepulauan.
Sebanyak 37 Peserta Ikut Ramaikan Lomba SKJ 88 Sambut HUT KORPRI ke-54 Tahun 2025
DPRD Minta PT Belibis Papua Mandiri Evaluasi Jadwal Pelayaran, Tingkatan Pelayanan Jelang Desember
Speedboat Milik Turis Austria Disandera Warga di Perairan Waigeo Barat Kepulauan
Proses Penyelesaian Sengketa 3 Pulau di Raja Ampat Sudah Sampai Tahap Mana?