Connect with us

Berita

Sistem Pendataan Wisatawan Kurang Optimal, Komisi III DPRD Raja Ampat Angkat Bicara

Published

on

Silahkan share ke:

CenderawasihEkspres.Com,Waisai-Ketua Komisi III DPRD Raja Ampat, Ruben Sauyai menyoroti sistem pendataan wisatawan yang kerap mengalami kebocoran akibat dari sistem pendataan wisatawan yang kurang optimal.

Menurut Ruben, teknis pengaturan rute kunjungan perlu k kembali ditata sehingga setiap wisatawan yang hendak berwisata di Raja Ampat terdata secara keseluruhan. Hal ini perlu dilakukan agar tidak lagi ada perbedaan data kunjungan antara Pemprov Papua Barat Daya dan Kabupaten Raja Ampat sebagaimana yang terjadi sebelumnya.

“Perlu kembali ditata sehingga data kunjungan wisatawan antara Pemprov dan Pemkab tidak mengalami perbedaan sebagaimana yang terjadi kemarin,” terang Sauyai, Selasa (11/08/2025).

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga memaparkan teknis rute kunjungan wisatawan ke Raja Ampat. Menurutnya, Dinas Pariwisata Raja Ampat perlu meningkatkan pengawasan pada saat masuk dan keluarnya wisatawan.

“Jadi saat Entry Poin dan Exit poin para wisatawan yang mau ke Raja Ampat ini dimaksudkan untuk pencocokan data kunjungan, sehingga tidak ada lagi perbedaan data antara Pemprov dan Pemkab Raja Ampat,” terang Sauyai.

Ruben menambahkan, saat Exit Point, para wisatawan dihimbau untuk bisa menginap lebih dahulu baik di Kota Waisai, ataupun di daerah yang relatif jauh seperti Misool, wisatawan harus menginap dahulu, katakanlah di Kampung Yellu Distrik Misool Selatan.

Pengaturan ini harus didorong oleh pemerintah daerah melalui Dinas terkait agar putaran ekonomi masyarakat lokal bisa mengalami peningkatan. Selain itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga bisa ikut terdongkrak.

Dikatakan, wisatawan yang hendak berwisata ke Raja Ampat diwajibkan untuk menginap di pusat kota lebih dahulu sebelum melakukan aktivitas pariwisata di spot wisata. Kebijakan serupa juga patut diterapkan di wilayah lainnya seperti di Misool yang jauh dari pusat kota.

“Di Misool, wisatawan bisa berbelanja bahkan bisa menginap dahulu di Kampung Yellu sebelum melakukan aktivitas wisata di wilayah setempat,” imbuh Ruben.

Diterangkan, bahwa jika kebijakan ini diterapkan, maka hotel, penginapan, restoran, mobil rental penyedia jasa transportasi laut dan lainnya bisa merasakan dampak ekonominya. Selain itu, PAD Kabupaten Raja Ampat pun secara otomatis mengalami peningkatan.

Sementara terkait data wisatawan, Ruben menjelaskan bahwa masuk dan keluarnya wisatawan perlu dikontrol sehingga ada sinkronisasi data. Upaya ini juga dimaksudkan untuk meminimalisir bocoran data kunjungan wisatawan ke Raja Ampat antara Pemprov dan Pemkab sebagaimana yang terjadi beberapa tahun belakangan.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *